Senin, 17 Maret 2014

Umur Senja Tidak Jadi Penghalang Dalam Berkarya

PNPM MPd mulai masuk di Kecamatan Kesamben pada tahun 2010. Ini merupakan kecamatan terakhir untuk lokasi Program PNPM MPd di Kabupaten Blitar. Desa Pagerwojo salah satu desa dari sepuluh desa yang ada di Kesamben yang selalu berpartisipasi mengikuti program ini mulai sosialisasi sampai serah terima. Kebetulan desa ini bisa berpartisipasi karena tidak ada tunggakan di kelompok yang menjadi salah satu syarat untuk desa yang usulannya bisa dibahas dalam MAD Prioritas. Di Kabupaten Blitar sejak tahun 2011 ada tambahan program PNPM Integrasi yang kebetulan untuk tahun 2013 program ini masuk di Desa Pagerwojo. Usulan dari Desa Pagerwojo yaitu jembatan beton bertulang bentang 6 m, gorong-gorong, TPT dan jalan telford. Waginem salah seorang warga desa yang sudah berumur 55 tahun yang seharusnya tidak melakukan pekerjaan gebal batu belah, demi pekerjaan ini bisa cepat terselesaikan dan cepat bisa dinikmati oleh masyarakat baik dari desa Pagerwojo dan Jatiroto beliau rela melakukan pekerjaan gebal batu untuk pekerjaan jalan telford dengan upah borongan per rit 40.000,. Hasil jerih payahnya perlu diacungi jempol karena dengan kondisi sekarang yang susah mencari tenaga gebal batu karena banyak warga desa ini yang pergi keluar negeri atau jawa untuk bekerja ternyata masih menyimpan suatu kekuatan dari seorang perempuan yang luar biasa dengan umur yang terbilang senja. Terima kasih Bu Waginem semoga apa yang telah engkau baktikan pada program ini menjadi amal soleh di kemudian hari, semoga kekuatanmu yang dasyat ini takkan cepat luntur.
By : Imam Budi Cahyono, ST (FT Kec. Kesamben-Blitar)

Rabu, 22 Januari 2014

Dialog Interaktif Sosialisasi PNPM di Kabupaten Blitar

Dialog interaktif sosialisasi PNPM Kabupaten Blitar di Siarkan dari Radio Daerah "PERSADA FM" tanggal 27 November 2013 yang dihadiri oleh Bpk. Agus Budi Handoko (Kaban Bapemas Kab. Blitar), Bpk. Sutikno (PjOKab Blitar), dan Bpk Erastus Dana Susanta (Faskab Blitar). Banyaknya penelpon dan sms dari masyarakat pada waktu kegiatan ini, menunjukkan kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat bagus dari masyarakat.

Kamis, 16 Januari 2014

Eksistensi Pupuk Organik Kelompok Sri Tanjung Semakin di Perhitungkan

Foto Peralatan Pembuatan Pupuk Organik
Berbagai macam pupuk organik kini kian banyak macamnya, seperti pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk cair, pupuk bokasi, pupuk KCL, dan masih banyak yang lainnya. Didaerah kecamatan Doko tepatnya di Desa resapombo terdapat satu home industri yang dikelola oleh kelompok ibu-ibu rumah tangga yang diketua oleh ibu Denik Dianawati, kelompok ini berdiri sejak adanya pelatihan pengolahan pakan ternak dan pengolahan pupuk organik di Desa  Resapombo yang didanai oleh program PNPM-MPd  Kec. Doko Tahun Anggaran 2010. Sejak pelatihan tersebut terbentuklah sebuah kelompok pengolahan pakan ternak dan pembuatan pupuk organik di Desa Resapombo akan tetapi seiring berjalannya waktu antara pengolahan pakan ternak dan pembuatan pupuk organik yang mendapat respon paling banyak dari masyarakat adalah pupuk organik, maka dari itu yang terus berkembang dan berkelanjutan adalah produksi pupuk organik tersebut. Menurut ketua kelompok yaitu ibu Henik Dianawati Pupuk organik yang diberi nama “Pupuk Sritanjung” untuk sekup kecamatan sudah merambah  luas para tangan petani lokal untuk lebih menyuburkan tanaman tanamannya. Dan menyelamatkan tanah dari ketandusan. Oleh sebab itu pupuk ini dinilai sangat bermanfaat bagi para petani. Selain menyebar didaerah kecamatan Doko  pemasaran pupuk ini juga sudah mulai merambah ke kecamatan tetangga seperti kecamatan Kesamben, Kec. Wlingi dan masih akan berlanjut ke daerah Kecamatan-kecamatan lainnya.Untuk cara pembuatannya pupuk yang berbahan dasar kotoran hewan dalam hal ini adalah kotoran kambing, diolah dengan cara yang cukup mudah yaitu dengan mengumpulkan kotoran kambing tersebut dan difermentasikan didalam sebuah drum yang dicampur dengan asam amina, kurun waktu yang dibutuhkan untuk fermentasi tersebut adalah kurang lebih tiga sampai empat hari, setelah genap selama hari tersebut kotoran kambing tersebut dikeringkan dan kemudian digiling menggunakan mesin penggiling khusus yang merupakan hasil dari pelatihan pengolahan pakan ternak dan pengolahan pupuk organik. Kelompok ini berkumpul setiap seminggu sekali dirumah ibu Henik yang merupakan tempat dimana pupuk sri tanjung diproduksi. Setiap hari selasa atau rabu kotoran kambing mulai difermentasi dan pada hari minggu dilakukan penggilingan dan pengemasan. Pupuk ini di bandrol dengan harga Rp. 10.000,- per karungnya.Kelompok ini tidak selalu berjalan lancar ada kendala-kendala yang dihadapi mereka terutama pemasaran, selain dilingkup desa resapombo sendiri pupuk ini belum begitu diketahui oleh desa-desa lain di kec. Doko, hanya melalui kabar dari mulut ke mulut kabar pupuk ini sampai ke para petani dan masyarakat umum “ Petani-petani dikecamatan doko sendiri masih banyak yang belum mengetahui ” ujar ibu henik dari situ ibu henik sendiri berharap ada media yang mau membantu untuk menyebarkan informasi tentang pupuk yang diproduksi kelompoknya tersebut.

Rabu, 15 Januari 2014

Mengejar Impian Progres

Pelatihan Yoguart Desa Semen
Kecamatan gandusari merupakan 1 dari 19 kecamtan di kabupaten blitar yang mendapatkan dana dari progam PNPM-MPd, dari letak geografisnya yang berada di bagaian utara dari kabupaten blitar dan berada di lereng gunung kelut dan gunung kawi, kecamtan gandusari kalau dilihat sepintas memang seperti kecamatan yang terbelakang karena mungkin letaknya dilereng gunung, namun kalau kita melihat ke dalam banyak potensi yang potensial, misalnya sumber daya manusianya, dimana rasa kekeluargaan, gotong royong dan semangat membangun desa yang tak kenal pamrih. 

Hasil Kegiatan Fisik 100% Desa Gondang
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kecamatan gandusari 2 bulan yang lalu ada hal baru yang bisa saya dapat. Misalnya untuk pelaku yang ada di kecamatan mereka seperti keluarga, tidak ada istilah ini BKAD, UPK, TPK, KPMD dan pendamping mereka anggap sama. Namun perbedaan itu terasa ketika pertama kali, diadakan rakor semua peserta serius menyampaikan masalah dan proges tiap bulan, dimana ketua BKAD ( SULIADI ), ini dengan lantang mengkritiki kinerja baik UPK, FK, PL, BPUPK dengan bahasanya yang campur aduk, bahasa deso. Memang pada waktu itu proges fisik dan pencairan dana untuk kecamatan gandusari masih 0%, dan di tingkat kabupaten paling terahir, dari evaluasi tersebut  disusunlah RKTL untuk mengatasi keterlambatan, semua Pelaku di kerahkan untuk mengejar keterlambatan, terutama fisik dimana pelelangan baru selesai 6 desa dari 13 desa, maka hari minggupun tetap menjadi hari aktif baik siang dan malam, BKAD terutama bapak Suliadi ini yang peranya besar untuk pencapaian target yang sekarang di bulan Oktober ini sudah bisa mencapai 70%, Meskipun beliau bukan dari unsur apapun ( rakyat jelata ) petani, namun semua kepala desa patuh, dan setiap ada rapat, kerja bakti, penyelesaiaan tunggakan di desa manapun pasti beliau ikut.

Minggu, 15 Desember 2013

Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan

Desa jajar kecamatan Talun tahun 2013 ikut berpartisipasi dalam kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan kegiatan jalan telford dan TPT. Dana untuk kegiatan pembangunan jalan telford dan TPT, TPT dengan panjang 242 m dan jalan Telford 338m di dusun karangturi desa jajar, jalan ini menghubungkan antara desa jajar dengan desa tambakan kecamatan Gandusari, kegiatan jalan telford dan TPT ini dengan Total dana Rp. 193.273.400 dan swadaya masyarakat sebesar Rp. 14.100.000 uang tunai. Pada tanggal 26 september 2013 mulai pencairan BLM tahap I 40% dan realisasi dari swadaya masyarakat Rp. 10.500.000 tanggal 14 September 2013. Kegiatan ini dimulai pelaksanaan trial tanggal 1 Oktober 2012 dengan mulai pengerjaan TPT sepanjang 242 m, dengan total pekerja 32 orang, 10 orang perempuan.tukang 7 orang, TPT sepanjang 242 m diselesaikan dalam waktu 2 minggu,
Pekerja laki-laki dan perempuan dari Rumah Tangga miskin semua (RTM) berasal dari masyarakat sekitar lokasi kegiatan PNPM mandiri perdesaan yaitu di dusun karangturi desa jajar. Masyarakat sangat antusias pelaksanaan mulai dari pecah batu, langsir material sampai dengan membuat adukan mortar.

   
Papan Informasi kegiatan dan banner kegiatan yang menunjukan lokasi kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, Papan informasi ini di tempatkan di lokasi kegiatan jadi masyarakat bisa melihat baik anggaran biaya maupun desain jalan telford dan TPT.Pekerja dan tukang dibayar setiap hari sabtu dan pembayaran juga dilaksanakan dilokasi kegiatan Jalan telford&TPT.

Jumat, 22 November 2013

MCK Umum di Tengah Masyarakat Modern

Kecamatan Sutojayan merupakan salah kecamatan yang berdekatan dengan ibukota Kabupaten Blitar dengan tingkat perekonomian masyarakat yang cukup baik. Paska relokasi FK dan FT hal menarik yang saya lihat di lokasi baru di Kecamatan Sutojayan kelurahan Jingglong adalah adanya usulan MCK umum,gambaran awal tentang Kecamatan Sutojayan merupakan wilayah yang cukup maju baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan terlebih lagi kecamatan ini merupakan kecamatan penyangga.   
Kenyataan yang dijumpai dilapangan ternyata pola hidup sehat belum sepenuhnya dianut oleh masyarakat Jingglong, hal ini tak lepas dari kondisi topografi kelurahan Jingglong dimana wilayahnya dilalui oleh anak sungai Lodagung sehingga kebiasan turun temurun terkait dengan aktifitas mandi cuci dan kakus masih banyak yang menganut pola lama. Ditengah masyarakat modern ini kebiasan tersebut kenyataannya tidak mudah sedemikian rupa untuk merubahnya,perlu pendekatan dan penjelasan secara kontinyu pada masyarakat setempat khususnya yang berdekatan dengan sungai. Kebiasaan masyarakat yang masih melakukan pola lama tak lepas dari korelasi kondisi sosial ekonomi yang mereka alami, fakta dilapangan masyarakat pemanfaat langsung MCK ini adalah masyarakat RTM, mungkin dengan keadaan ekonomi mereka (RTM) untuk mewujudkan sebuah MCK dirasa bukan sebuah kebutuhan yang terlalu urgent karena butuh biaya yang cukup banyak disisi lain kebutuhan ekonomi mereka untuk hal lainnya dirasa lebih perlu dan kondisi wilayah yang dekat sungai ini dirasa sebagai jalan pintas yang praktis dan ekonomis. Berpijak dari kenyataan ini disatu sisi merupakan sebuah tantangan bagaimana agar masyarakat terangkat ekonominya sehingga secara perlahan pola hidup sehat akan mampu mereka terapkan.

Berkembangnya Usaha Budidaya Jangkrik Berkat Pinjaman SPP

Ibu Nanik adalah salah satu sosok perempuan tokoh masyarakat di desa Pojok Kecamatan Ponggok yang merupakan salah satu Kecamatan di kabupaten Blitar. Selaku istri sekdes beliau merasa peduli dengan kesejahteraan warganya. Oleh sebab itu ketika ada program yang masuk ke desanya yaitu Program Pengembangan Kecamatan (PPK) tahun 2003  khususnya SPP (Simpan Pinjam kelompok Perempuan) beliau benar-benar memanfaatkannya dengan mengakomodir anggota kelompok PKK Desa untuk pinjam sebagai tambahan modal usahanya. Diawal pinjam kelompok tersebut tepatnya tahun 2003 sebesar Rp. 6.175.000,- dengan jumlah anggota 10 0rang. Bertambah tahun kelompok tersebut jumlah pinjaman bertambah besar sebagaimana pinjaman terakhir Rp. 142.500.000,- dengan jumlah peminjam 20 orang. Adapun jenis usaha kelompok PKK Desa meliputi : petani Blimbing, ternak jangkrik, ethek/pracangan, ternak bebek, warung sate, Candak kulak. Kelompok PKK Desa ini nilai angsuran bagus/ tidak pernah nunggak, administrasi kelompok ada/cukup baik, pertemuan rutin.
Mbak Miftakhul  Jannah adalah salah satu anggota kelompok PKK desa yang diketuai Bu. Nanik Iswahyuni yang bertempat tinggal di dusun Krajan desa Pojok Kec. Ponggok. Ia memulai memanfaatkan dana pinjaman PNPM (dulu PPK) sejak tahun 2005 dengan pinjaman awal  Rp. 1.000.000,-  dengan usaha ternak jangkrik kecil kecilan dan menjadi pembeli peternak jangkrik sekitar 30 orang. Semakin bertambah tahun usahanya yang merupakan usaha bersama suaminya semakin berkembang. Untuk peningkatan usaha tersebut pinjaman modal dari PNPM sangat dirasakan olehnya, dan besar pinjamanpun semakin besar  menjadi  Rp. 10.000.000, sedangkan periode pinjaman terakhir ia hanya pinjam Rp. 5.000.000,- karena sesuai   kebutuhan tambahan modalnya. Kondisi usaha 4 tahun terakhir ini  Mbak Mif bersama suaminya membangun kemitraan dengan peternak jangkrik sampai 100 orang dengan wilayah sampai luar desa : bacem, kebonduren  dan luar kecamatan : Ngaglik /Srengat dan Dayu / Nglegok. Jadi setiap 2 hari sekali suami m.mif mengambil hasil ternak jangkrik dengan membayar / membeli jangkrik setelah dikurangi biaya pakan dan etre (tempat telur sebagai media ternak) sebesar Rp. 15.000/kg. (bln Okt ’13) sementara ia menjual hasil tersebut ke pedagang Rp. 20.000/kg kotor ( belum dikurangi biaya transport dan kuli naik dan turunkan jangkrik) x  4 Kwintal (400 kg). Beberapa  pernyataan penting darinya  :  “ Beli mobil Pick-up dari usaha jangkrik ”,  “ pekerjaan ternak jangkrik dan pengepul adalah pekerjaan utamanya “, “ Kalau tidak merasa berkembang dan beruntung untuk apa dilanjutkan”  Alhamdulillah dengan usaha Jangkrik bisa menghidupi keluarganya ( 2 anak dan 1 istri ) yang semakin sejahtera,Amin